Mendekati Malam Pemakzulan, Trump Kirim Surat Penuh Kemarahan ke Ketua DPR AS

Mendekati Malam Pemakzulan, Trump Kirim Surat Penuh Kemarahan ke Ketua DPR AS

Presiden Donald Trump kirim surat penuh kemarahan pada Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mendekati malam pemakzulan. Dua klausal pemakzulan yang diserahkan oleh Partai Demokrat akan ditetapkan dalam rapat pleno pada Rabu waktu ditempat (18/12/2019). Dalam surat penuh kemarahan yang diperuntukkan pada Pelosi, Trump menuduh si Ketua DPR AS "menginformasikan perang pada demokrasi". Engkau sudah merendahkan dengan memandang penting satu kata yang jahat, pemakzulan!" catat presiden 73 tahun itu. Dalam surat selama enam halaman itu dikutip BBC Selasa (17/12/2019), Trump mengomentari proses atau pada Pelosi. Ia mengklaim sudah "dicabut proses dari fundamen Konstitusi AS lewat pemakzulannya", dengan haknya untuk menyediakan bukti disanggah.

Proses yang lebih adil diserahkan kepada mereka yang didakwa jadi penyihir dalam pengadilan di Salem," tuturnya. Klaim itu langsung dibantah Wali Kota Salem, Kim Driscoll, lewat kicauannya di Twitter dimana ia minta Trump membaca riwayat. Ia mengatakan, momen pengadilan penyihir Salem yang berlangsung 1692 yang lalu ialah korban tidak dapat menyediakan bukti, serta tidak memiliki kekuasaan. "Karenanya ia digantung. Sesaat pemakzulan 2019 si aktor ialah orang berkuasa dengan bukti dapat diberikan," tuturnya.

Diluar itu diadukan BBC, Komisi Yudisial DPR AS sempat mengundang Trump atau kuasa hukumnya untuk hadiri sidang. Waktu itu, komisi yudisial mempersilakan team sang presiden memaparkan bukti sekaligus juga menanyakan proses sidang, tapi undangan itu tidak diterima. Pada mass media di Washington, Nancy Pelosi akui belum membaca surat itu dengan utuh. Tetapi, ia dapat mengerti "didalamnya". Dalam pengakuannya mendekati hari pemakzulan, ia menjelaskan DPR AS akan mengaplikasikan satu diantara amanat yang diberi konstitusi.

Baca juga : Tubuh Pajak Anggarkan Beli Computer Rp 128 M, PSI: PAD Naik?

Selama saat penuh berharap di riwayat negara ini, kami harus menghargai sumpah pengukuhan buat membuat perlindungan konstitusi dari semua lawan, baik itu di luar dan dalam negeri," tuturnya. Dalam sidang pleno Rabu, Trump dituduh sudah menghambat penyidikan Kongres AS serta penyimpangan kekuasaan. Di klausal menghambat penyidikan, Trump ditunjuk tidak bekerja bersama dengan menjelaskan bukti yang dibutuhkan oleh DPR AS.

Sesaat di artikel ke-2, ia disebutkan mendesak Ukraina agar menyelidik calon lawannya di Pemilihan presiden AD 2020, Joe Biden. Bila sidang pleno menyepakati, Trump akan jadi presiden ke-3 yang akan dimakzulkan di level Senat. Di Senat, kesempatan Trump dilengserkan demikian kecil sebab instansi itu dikendalikan oleh Republik, partai tempatnya bernaung. Pemimpin Sebagian besar Mitch McConnell ditambah lagi telah mengatakan, ia serta Republikan yang lain akan "bekerjasama" dengan Gedung Putih. Walau sebenarnya, beberapa senator baik dari Republik atau Demokrat berkewajiban untuk jalankan pekerjaannya jadi juri berdiri sendiri. Sesaat Pemimpin Minoritas Chuck Schumer mewanti-wanti agar tiap senator mengadakan sidang yang adil serta menghargai jabatan mereka.

1 thought on “Mendekati Malam Pemakzulan, Trump Kirim Surat Penuh Kemarahan ke Ketua DPR AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

travel blog ideas

Desain by Pleasantbaymotel

Support by togel singaporerajapoker onlinehttp://199.192.27.139/agen togelresulttogelindonesia.net m88 alternative | domino99 | datahk | datasgp