Mengaku Menyumbang Rp 4,5 Juta ke ISIS, Pria Singapura Diadili Masalah Terorisme

Mengaku Menyumbang Rp 4,5 Juta ke ISIS, Pria Singapura Diadili Masalah Terorisme

Dalam usaha pembasmian terorisme, Singapura ikut aktif memburu masyarakatnya yang bertindak jadi penunjang dana. Pertama, Singapura menyeret masyarakatnya ke meja hijau karena diketahui memberi ke ISIS. Dikutip Kanal News Asia, Senin (13/1/2020), Imran Kassin (36) didakwa memberi 450 dolar Singapura (Rp 4,5 juta) pada seorang partisipan ISIS di Turki. Uang itu digunakan untuk menebar propaganda ISIS.

Aksi itu berlangsung enam tahun kemarin. Imram dijaring UU Pembasmian Permodalan Terorisme Singapura. Donatur teroris ini akui tidak bersalah di depan hakim, karena dia cuma ikuti hukum agamanya. "Saya tidak dapat akui bersalah atau mungkin tidak bersalah karena saya tidak mengaku hukum Singapura. Saya hanya mengaku hukum Islam," tutur Imran.

Baca juga : Stafsus Jokowi, Belva Devara Share Trik Cari Pengetahuan di Harvard University

"Salah satu yang akan saya kerjakan serta mengaku ialah jika saya dahulu memang mentransfer uang," katanya. Imran disangka kirim uang ke pria namanya Mohamed Alsaied Alhmidan melalui Western Union Global Network. Nama Alsaied tampil di daftar Counter Terrorism Designations punya Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Deputi Jaksa Penuntut Biasa Nicholas Khoo serta Foo Shi Hao menyebutkan memberantas permodalan terorisme adalah pekerjaan global. "Terorisme ialah persoalan trans-nasional serta Singapura ambil pekerjaannya jadi anggota komune global yang berusaha tanpa ada akhir menantang terorisme, dan permodalan teroris," tutur keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

travel blog ideas

Desain by Pleasantbaymotel

Support by togel singaporerajapoker onlinehttp://199.192.27.139/agen togelresulttogelindonesia.net m88 alternative | domino99 | datahk | datasgp